Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Buntut Sanksi AS, Honor & Huawei Alihkan SoC ke MediaTek

Kamis | Mei 28, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-05-28T02:57:08Z
Buntut Sanksi AS, Honor & Huawei Alihkan SoC ke MediaTek

DroidZ ID | Meski sudah dikukuhkan bahwa Honor adalah Merek independen dari perusahaan Induk Huawei namun Honor tetap terdampak sanksi yang dilayangkan oleh pemerintah Amerika serikat yang melarang perusahaan tiongkok untuk bermitra atau menggunakan produk buatan perusahaan Amerika Serikat. 

Bukan tanpa alasan, diketahui bahwa setengah komponen dari Honor masih memakai dari Huawei. Sebelumya, Honor dan Huawei mengandalkan system on chip buatan Qualcommm. Namun mereka perlahan beralih menggunakan SoC buatan Huawei, yakni HiSilicon Kirin atau biasa disebut Kirin untuk ponsel mid-range keatas karena buntut perselisihan antara Huawei dengan pemerintah Amerika.

Pada konferensi pers setelah peluncuran Honor X10 di Cina, Zhao Ming, Presiden unit Bisnis Honor membahas situasi dan berbicara tentang solusi potensial. Hal terbesar yang bisa diambil adalah Honor akan mencari jajaran chipset 5G MediaTek untuk produk masa depan. Sementara Honor X10 di integrasikan bersama Kirin 820 SoC baru, smartphone Honor mendatang kemungkinan akan ditenagai oleh MediaTek. Dia bahkan menyatakan bahwa perusahaan memiliki hubungan baik dengan MediaTek, dan akan berusaha memperkuat kerja sama ini di masa mendatang.

Seperti yang diketahui bahwa MediaTek telah berperan penting dalam mendemokratisasi 5G dan menurunkan biaya dengan harga chipset Dimensity-nya. Menimbang bahwa semua smartphone terbaru Honor sudah memiliki kemampuan 5G, ini akan cocok.

Perlu diketahui bahwa pada Mei kemarin secara resmi pemerintah Amerika Serikat memberikan sanksi bagi Huawei untuk melarang kegiatan kerjasama atau jual beli produk dengan perusahan Amerika.

Adanya kisruh masalah ini terjadi karena tuduhan pemerintah Amerika Serikat kepada produk Huawei yang dianggap mengandung resiko keamanan nasional yang dapat membocorkan data dan memata-matai pemerintah Amerika yang kemudian dikirimkan ke Pemerintah China.

Sanksi tersebut akan berakhir pada bulan Mei tahun depan, Karena Huawei pelopor teknologi konektivitas 5G maka pemerintah Amerika serikat masih mengizinkan Huawei untuk bekerjasama secara terbatas dengan beberapa perusahaan AS, sebagian besar di bidang konektivitas 5G dan peralatan jaringan lainnya.
×
Berita Terbaru Update