Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dibobol Hacker, 200 Juta Data Diri Rakyat Indonesia Terancam Bocor!

Jumat | Mei 22, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-05-22T03:58:41Z

DroidZ ID | Kasus kebocoran data di indonesia terjadi kembali, setelah sebelumnya pengguna tokopedia, bukalapak dan bhineka yang data kebocoran nya cukup banyak, sekarang tidak main-main karena jumlah data yang bocor sangat banyak yaitu hampir 200 Juta yang artinya hampir semua data masyarakat indonesia bocor.

Kebocoran data tersebut meliputi nama lengkap, nomor kartu keluarga, nomor induk kependudukan (NIK), alamat rumah, tempat tanggal lahir dan beberapa data pribadi lain nya ikut bocor.


Berawal cuitan akun Twitter @underthebreach yang melaporkan adanya peretas yang membagikan sekitar 2.7 juta informasi data dari KPU Yogyakarta tahun 2014 di dark web RaidForums.
Peretas juga mengklaim bahwa ia masih memiliki 200 Juta informasi data lagi yang akan dibagikan nantinya.

"Sangat berguna bagi mereka yang ingin punya banyak nomor telepon di Indonesia (kamu butuh identitas NIK dan KK untuk mendaftar)," tulis hacker tersebut.

Namun, Pemerintah dan Kemominfo masih belum merespon kasus kebocoran data yang hampir 200 juta data itu bocor.

Maraknya kejadian bocornya data ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah dan DPR untuk segera membahas Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Sudah terlambat memang, jika data masyarakat sudah terlanjut bocor. Tapi daripada tidak ada upaya sama sekali, lebih baik payung hukum itu segera terwujud agar peretas dapat dihukum.

Karena kebocoran data tersebut cukup penting dan berbahaya sebab jika data yang kita digunakan oleh peretas atau pihak yang tidak bertanggung jawab akan berdampak pada pemilik data yang asli, seperti peretas menggunakan data tersebut untuk mendaftar akun Facebook dan data diri korban yang nantinya apabila akun Facebook tersebut melakukan postingan provokatif maka akan berbahaya bagi korban yang data nya digunakan.

×
Berita Terbaru Update