Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Unpad-ITB Kembangkan Alat Tes Covid 19 Lebih Murah & 80% Akurat

Jumat | Mei 15, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-05-15T12:45:45Z

Droidz | Alat yang saat ini digunakan untuk melakukan tes terhadap suspect penderita virus Covid-19 atau Corona, yang kebanyakan beredar adalah buatan luar negeri dengan harga yang cukup mahal namun tingkat akurasi yang terbilang rendah.

Namun kini pihak dalam negeri tengah mengembangkan Alat Rapid Test 2.0 yang diklaim akurat hingga 80 persen dan dibanderol lebih murah. Kedua alat tes cepat virus corona (Covid-19) Jabar ini dibuat oleh ITB dan Unpad. Alat tes cepat ini berbeda dari yang ada di pasaran. Alat tes ini tidak menggunakan sampel darah pasien, tapi menggunakan swab atau cairan tubuh pasien untuk mendeteksi Covid-19.

Alat tersebut telah resmi diperkenalkan oleh gubernur Jawa barat Ridwan Kamil "Ini karena Rapid Test 2.0 tidak menguji sampel darah, tetapi swab," kata Emil saat memperkenalkan dua alat itu di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatikan Unpad, Kota Bandung, Kamis (14/5).

Selain itu alat rapid test 2.0 untuk mendeteksi dini virus Covid-19 tersebut di banderol dengan harga yang lebih ekonomis dibandingkan dengan sebelum nya "Harganya lebih murah. Kalau RDT yang selama ini beredar kan sampai Rp300 ribu, kalau ini maksimal hanya Rp120 ribu," ujar kang emil.

Alat Rapid Test 2.0 ini telah menggunakan teknologi antigen jadi jika ada pasien terindikasi virus Covid-19 dapat segera hasil diketahui positif atau negatif dengan cepat "Kalau yang Rapid Test 2.0 ini menggunakan antigen, jadi virusnya ketemu," ucapnya. Emil memastikan untuk tahap awal, Rapid Test 2.0 akan diproduksi sebanyak 5.000 pada Juni 2020 oleh industri biotek di Jabar. Tahap selanjutnya, rapid test ini akan diproduksi sebanyak 50.000.

Selain Rapid Test 2.0, alat tes Covid-19 yang kedua yaitu tes diagnostik cepat berbasis teknik resonansi plasmon atau Surface Plasmon Resonance (SPR) yang fokus mendeteksi antigen, yaitu SARS-Cov-2, virus penyebab Covid-19. Ridwan Kamil mengatakan bahwa SPR berbeda dengan tes swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). SPR, kata dia, tidak memerlukan laboratorium saat menguji spesimen. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk tes dengan SPR lebih cepat daripada metode PCR.

Tengah Uji Validasi


Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah mengembangkan alat tes pendeteksi Covid-19. Bila lulus validasi pada real sample sesuai dengan etika medis, rencananya alat-alat ini siap diproduksi dan disebar kepada masyarakat. Saat ini pengembangan alat pendeteksi yang dinamai Rapid Test 2.0 itu masih berada dalam tahap validasi.
×
Berita Terbaru Update