Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akibat Bermain Game di Masa Karantina, Remaja ini Alami Stroke

Senin | Juli 13, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-07-12T17:42:17Z
Akibat Bermain Game di Masa Karantina, Pemuda ini Alami Stroke

DroidZ ID | Bermain game memang sangat menyenangkan terlebih lagi saat kita memiliki banyak waktu luang, apalagi ketika pandemi seperti ini yang menyebabkan kegiatan sekolah berhenti membuat para siswa lebih memilih bermain Game untuk mengisi waktu luang di masa karantina.

Namun kejadian yang tak terduga terjadi di China, seorang pemuda tidak dapat menggerakkan lengan dan tangan kirinya akinat bermain game pada komputer miliknya selama sebulan. Menurut ibunya, remaja berusia 15 tahun tersebut, yang dikenal dengan nama Xiaobin itu terlalu lama bermain video game selama 22 jam sehari, hal tersebut lantaran lock down (masa karantina) virus corona. Xiaobin terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Nanning, China selatan setelah tiba-tiba mengalami stroke ringan di rumah.

Sering Begadang Bisa Alami Stroke


Xiaobin saat masa rehabilitasi

Dr Li, seorang spesialis otak di rumah sakit, mengatakan bahwa kondisi bocah lelaki itu disebabkan oleh gaya hidupnya yang tidak sehat dari bermain-main game komputer dan begadang.

Dia mengatakan kepada media lokal ‘Alasan utamanya adalah dia memiliki pola tidur dan makan yang tidak teratur karena dia tidak di sekolah. Orang tua juga terlalu menoleransi perilakunya. "Kurangnya gizi dan istirahat telah menyebabkan berkurangnya jumlah darah dan oksigen di otaknya dan menyebabkan stroke otak," kata Dr Li. Gamer muda itu telah menerima perawatan rehabilitasi di rumah sakit Nanning.

China Buat Peraturan Baru, Batasi Bermain Game


Kecanduan video game telah menjadi masalah sosial yang menonjol di antara orang-orang muda di China, dengan semakin banyak orang muda memilih untuk mengabaikan studi mereka, kehidupan sosial dan keluarga untuk bermain game online.

Baru, baru ini pemerintah China akan segera mengesahkan undang-undang yang mengatur waktu bermain game para remaja disana karena dianggap menimbulkan dampak negatif, selain China, badan kesehatan internasional WHO juga mengatakan bahwa kecanduan Game sangat berbahaya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetapkan kecanduan game termasuk gangguan mental, ini dampak terlalu banyak main gadget pada anak menurut psikiater. Video game sangat lazim dalam budaya modern, khususnya di kalangan anak muda, dan bisa menjadi hobi bagi sebagian besar pengguna. Namun jika dimainkan dengan waktu yang cukup lama tentu sangat berbahaya selain itu game memiliki sifat adiktif yang membuat pemain nya memiliki rasa ketagihan untuk bermain lagi dan lagi. Tetap istirahat dan bermain sewajarnya karena kita bermain game untuk mencari rasa senang, bukan malah menderita.
×
Berita Terbaru Update