Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Segera Hapus, 20 Juta Data Pengguna VPN Ini Bocor di Internet

Selasa | Juli 21, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-07-21T10:24:03Z
Segera Hapus, 20 Juta Data Pengguna VPN Ini Bocor di Internet

DroidZ ID | Layanan VPN gratis saat ini memang sangat diperlukan untuk kegiatan berselancar di internet, karena dianggap lebih aman dari kebocoran data privasi, namun ironisnya baru-baru ini laporan dari VPNMentor telah menemukan bahwa terdapat sebuah server layanan VPN yang berhasil bocor ke publik. 

Masing-masing VPN ini mengklaim bahwa layanan mereka adalah "no-log" VPN, yang berarti mereka tidak merekam aktivitas pengguna apa pun di aplikasi masing-masing. Namun, tim dari VPNMentor menemukan beberapa contoh log aktivitas internet  di server bersama mereka. Ini adalah tambahan untuk data PII, yang termasuk alamat email, kata sandi teks yang jelas, alamat IP, alamat rumah, model telepon, ID perangkat, dan rincian teknis lainnya.

Bahkan server tersebut digunakan oleh 7 aplikasi VPN Gratis dengan total pengguna mencapai 20 juta users, aplikasi VPN tersebut antara lain ;

  1. UFO VPN 
  2. FAST VPN 
  3. Free VPN 
  4. Super VPN 
  5. Flash VPN 
  6. Safe VPN 
  7. Rabbit VPN

Data yang bocor ke publik meliputi alamat pengguna, kata sandi akun VPN, dan aktivitas online dari pengguna yang disimpan di log server tersebut. Hal ini terjadi lantaran mereka menyimpan data PPI atau Personally Identifiable Information para pengguna dalam server tersebut. Seharusnya data PPI tak bisa disimpan ke dalam server dengan keamanan rendah. Kebocoran data ini sangat berbahaya jika sampai jatuh di tangan pihak yang tidak berkepentingan.

Segera Hapus, 20 Juta Data Pengguna VPN Ini Bocor di Internet
Data pengguna asal iran bocor diketahui telah mengunjungi situs porno

Ada beberapa VPN yang terpapar yang diketahui bahwa VPN 'berlabel putih' ini, dibuat oleh satu perusahaan yang sama namun diberi nama baru untuk dipasarkan. Menurut situs web masing-masing, setiap VPN menyediakan fitur keamanan tingkat militer dan kebijakan nol log untuk memperkuat keamanan informasi pengguna mereka. Namun, ini bertentangan dengan apa yang ditemukan selama penelitian VPN Mentor.

Faktanya peretas bisa saja melihat log aktivitas terperinci dari setiap VPN, memaparkan informasi pribadi pengguna dan aktivitas menjelajah saat menggunakan VPN dan kata sandi teks biasa yang tidak dienkripsi, yang jarang digunakan dalam produk keamanan tingkat militer.
×
Berita Terbaru Update