Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sejarah Pesawat Concorde, Legenda Pesawat Supersonik yang Estetik

Senin | Juli 13, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-07-13T07:30:32Z
Sejarah Pesawat Concorde, Legenda Pesawat Supersonik yang Estetik

DroidZ ID | Pesawat adalah sarana untuk berpergian jarak jauh, umum nya waktu perjalanan menggunakan pesawat relatif sangat cepat dibandingkan dengan jalur lain seperti menaiki mobil atau kapal laut.

Jarak antara Jakarta dengan London jika kita menggunakan pesawat tidak lebih dari puluhan jam, namun ketika jarak tersebut ditempuh dengan menggunakan kendaraan daratan maka harus memakan waktu berhari-hari, lalu jika kita tempuh menggunakan kapal laut akan lebih lama lagi yang hampir berbulan-bulan, dari semua itu tidak ada yang lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan pesawat supersonik yang hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja.

Maka dari itu pesawat banyak di minati oleh orang-orang yang memang sangat membutuhkan transportasi yang cepat dan mudah, Umumnya pesawat yang ada di dunia ini menggunakan teknologi Jet atau Turboprop, namun ada juga yang yang menggunakan teknologi Supersonik.

Teknologi Supersonik adalah kecepatan di atas kecepatan suara, yang kira-kira adalah 343 m/d (1.087 kaki/detik, 761 mpj, 1.225 km/j, di udara pada permukaan laut. Kecepatan lima kali di atas kecepatan suara disebut hipersonik.

Pengembangan pesawat supersonik pertama kali ditemukan pada akhir 1950-an. Ada empat negara yang berlomba-lomba untuk menemukan teknologi Supersonik ini yaitu Inggris, Prancis, Amerika Serikat, dan Uni Soviet.

Dan negara pertama yang berhasil mengembangkan teknologi Supersonik adalah Uni Soviet melalui pesawat Tupolev Tu-144 yang muncul di tahun 1968 yang dirancang oleh biro desain Tupolev, Pesawat ini terbang perdana pada 31 september 1968, Kecepatan pesawat ini pernah mencapai mach 2,3. Tetapi kecepatan normalnya hanya mach 2,0. Pesawat ini dijuluki Konkordski atau Concordski (Concorde dari Soviet).

Berselang 2 bulan, Perancis-Inggris berhasil mengembangkan pesawat supersonik pertama mereka yang diberinama Concorde, menjadikan nya pesawat supersonik yang jauh lebih terkenal dibandingkan dengan Tupolev Tu-144 yang lebih dulu meluncur.

Si Cepat yang Estetik dan Menawan


Sejarah Pesawat Concorde, Legenda Pesawat Supersonik yang Estetik

Tetapi daya tarik utama dan kegembiraan Concorde adalah bahwa ia dapat terbang lebih tinggi dan lebih cepat daripada pesawat komersial konvensional mana pun. Memiliki keunggulan dalam banyak hal, interiornya seperti pesawat ruang angkasa, dengan hanya 25 baris kursi mengatur dua di kedua sisi lorong dan jendela kecil yang hanya menambah kesan estetik. 

Kecepatan jelajah Mach 2.04 (1.354 mph, 2.179 km / jam) dipilih, namun sejatinya Concorde memiliki kecepatan asli Mach 2.5 akan tetapi membutuhkan lebih banyak titanium dalam jumlah yang hampir mustahil diperoleh untuk pembangunan Concorde. Namun, engineer memilih untuk menetapkan Concorde di sekitar Mach 2, karena aluminium bekerja dengan baik, selain karena faktor tersebut Concorde dapat hemat bahan bakar pada kecepatan itu, memungkinkan Concorde hanya membakar (!) 4.880 gal (22.000 l) per jam. Hal yang sama berlaku untuk setiap detail lainnya.

Mesin turbojet dipilih karena turbofan memiliki terlalu banyak hambatan. Tekanan kabin disetel setara dengan 6.000 kaki (1.800 m) untuk kenyamanan penumpang. Ini juga membantu penumpang untuk menikmati makanan mereka dengan lebih baik karena ketinggian yang lebih tinggi dapat membuat indera perasa memburuk, membuat penumpang tak bisa menikmati makanan nya.

Warna putih dipilih karena Concorde membutuhkan cat khusus yang tahan panas dan memantulkan panas. Bahkan toilet dirancang khusus dengan pipa yang sudah dipanaskan untuk menjaga agar air limbah tidak membeku saat akan dibuang ke laut.

Hidung panah yang Ikonik


Pesawat Supersonik Concorde

Lalu ada hidung terkulai Condorde ikonik yang membuat Concorde tampak seperti burung raksasa ketika mendarat dan lepas landas. Sambil meluncur, Concorde tampak seperti anak panah kertas. Kecepatan Supersonik adalah kecepatan yang sangat cepat membuat bagian pesawat cepat panas, terutama pada bagian depan oleh karena itu Pilot dilindungi oleh pelindung khusus dengan panel kaca tahan suhu tinggi setebal 1,5 inci.

Karena hidung yang tajam dan ramping tidak cocok untuk lepas landas dan mendarat karena pilot harus dapat melihat ke atas dan ke bawah serta ke depan. Alih-alih menghasilkan kompromi, para insinyur memberikan Concorde keduanya. Untuk lepas landas dan mendarat, hidung pesawat Concorde ini dapat di stel ke bawah untuk visibilitas maksimum. Begitu berada di udara dengan kecepatan tinggi, hidung terayun kembali ke atas dan visor meluncur ke posisinya.

Concorde: Keberhasilan yang tidak berjalan baik


Pada 2 Maret 1969 pukul 15:40, Concorde pertama mengudara dari Toulouse. Di atas pesawat Concorde 001 adalah kepala uji coba André Turcat, co-pilot Jacques Guignard, insinyur penerbangan Michel Rétif, dan tiga pengamat.

Pesawat supersonik Concorde mulai melakukan perjalanan komersial pada 21 Januari 1976 dengan penerbangan awal London-Bahrain dan Paris-Rio de Janeiro. Setidaknya ada 16 pesawat Concorde yang diproduksi massal antara tahun 1966 dan 1979 oleh Sud Aviation Prancis dan ristole Aeroplane Company Inggris. Tujuh dari ke-16 pesawat itu dikirim ke British Airways dan Air France.

Terlepas dari keberhasilan tersebut banyak hal berliku yang membuat proyek pesawat Condorde ini tidak berjalan baik.

Perancis yang menginginkan Pesawat ini laris manis untuk dijual di seluruh dunia dengan target penjualan 500 unit gagal dengan adanya beberapa faktor seperti Komunitas pecinta lingkungan yang ada di Amerika menentang pendaratan Concorde di New York selama beberapa tahun karena kekhawatiran ledakan sonik yang dihasilkannya dengan kecepatan penuh, dan pemerintah AS mengeluarkan peraturan lingkungan yang melarang terhadap penerbangan supersonik, sehingga hampir tidak mungkin untuk beroperasi di wilayah udara Amerika tanpa izin yang luas.

TU-144 Supersonik Soviet
TU-144 Pesawat supersonik buatan soviet


Citra pesawat supersonik yang di cap tidak aman diperparah ketika SST Uni Soviet, TU-144 secara tragis pecah dan jatuh selama Paris Air Show, menewaskan semua penumpang. TU-144 memiliki desain yang lebih rendah dari Concorde dan hanya membuat 55 penerbangan komersial sebelum dibatalkan, tetapi gagasan bahwa perjalanan supersonik tidak aman tetap melekat di benak masyarakat, dan maskapai sehingga membuat pesawat supersonik ini tak laku di pasaran.
×
Berita Terbaru Update